Momentum Idul Adha dan Kepedulian Sesama

Perintah kurban bermula tatkala Allah SWT memberikan titah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra tercintanya Nabi Ismail AS. Itu merupakan suatu pengorbanan luar biasa. Sebab, Nabi Ismail merupakan anak yang didambakan sejak puluhan tahun, tetapi tiba-tiba harus dijadikan kurban, dan nyawa sang anak harus direnggut melalui tangan ayah sendiri. Pada akhirnya, Allah SWT mengganti Nabi Ismail AS dengan seekor gibas.

Melalui momentum inilah manusia mendapat pembelajaran tentang nilai-nilai ketakwaan dan ketaatan dalam ibadah. Disamping itu, ibadah kurban memberi pembelajaran tentang nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian bagi sesama.

Warga LDII Sumedang telah melaksanakan salat Idul Adha (Minggu, 11/8). Setelah Salat Idul Adha usai, lalu diadakan penyembelihan hewan kurban. Selanjutnya diadakan penyisitan, dan dipotong serta ditimbang, sebelum dibagikan kepada mustahik (penerima kurban).

Panitia di Majelis Taklim dapat menyerahkan daging kurban kepada masyarakat sekitar.

“Di Idul Adha 2019, jumlah kurban disembelih sebagai hewan kurban adalah 35 ekor sapi dan 25 ekor domba. Ibadah kurban sudah menjadi agenda tahunan majelis taklim LDII Sumedang ini,” kata Ketua DPD LDII Sumedang, H. Usep Aziz Sholehuddin.

Hubungan (Habluminallah) dengan Allah SWT melalui ibadah qurban sebagai pembuktian ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Hubungan dengan manusia (Habluminannas), melalui ibadah qurban membangun rasa simpati dan empati terhadap sesama, menanamkan rasa kepedulian, mempererat dan memperkuat silaturahmi. Pada hakikatnya, dengan kurban kita tingkatkan ketakwaan dan kepedulian dengan sesama.

Pelaksanaan Tebar Qurban diprakarsai oleh DPD LDII Sumedang, beserta pengurus tingkat kecamatan (PC), desa (PAC), dan majelis taklim sekabupaten Sumedang. “Dalam pelaksanaan kurban tahun ini dibutuhkan rata-rata 100-300 paket per majelis taklim. Jumlahnya lebih dari 5000 paket daging kurban ditebarkan” tutur H. Usep dalam penjelasannya. (dan/Tim Redaksi)