LDII Sumedang Gelar Ikhtibar Halaqoh Tahfidz Al Quran

Sebanyak 53 peserta mengikuti Ikhtibar Halaqoh Tahfidul Al Quran yang diselenggarakan atas kerja sama Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPD LDII Kab. Sumedang dan Penggerak Pembina Generus (PPG) dari generasi muda mulai usia SD hingga remaja SMA. Tema ikhtibar halaqoh kali ini adalah “mewujudkan Generasi al Quran dalam menerapkan kehidupan sehari-hari.” Lokasi ikhtibar ini diadakan Mesjid Baitul Makmur, Cilengkrang, Sumedang pada hari Minggu, 6 Januari 2019.

Ikhtibar Halaqoh dimulai pukul 08.00 WIB, dengan pembawa acara dari guru tahfiz dari PC Sumedang Selatan, yakni Suntoro. Menurutnya, acara ini bertujuan untuk mengevaluasi serta memonitoring sejauhmana tingkat pencapaian peserta tahfizh dalam menghafal Al-Quran, khususnya juz 28, 29, dan 30 yang berada di lingkungan LDII Sumedang.

Sementara Ketua Pelaksana, H. Benny Hendro Susilo, S.Pd.I mengatakan sejumlah guru mengaji (mubalig) di Sumedang yang dikoordinasikan sebagai Panitia. Ada guru lain bertindak sebagian anggota dewan juri. Peserta tsb berasal dari PC-PC yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang, dan mayoritas masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA.

Di sela waktu, Ketua PPG, Ade Suswandi, S.Si, mengatakan upaya membangun generasi muda amat urgen dalam menyiapkan generasi muslim memiliki karakter dan jati diri, yakni membentuk generasi cerdas, berakhlak karima, teguh iman, dan membumikan Alquran serta Sunnah.

Sementara Ketua DPD LDII Sumedang, H. Usep Aziz Sholehuddin mengatakan implementasi tsb bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Ketua LDII berpesan dengan berakhirnya ikhtibar bukan berarti berakhir pula, melainkan suatu pemulaan. Remaja harus tertib, fasih, dan tartil membaca Alquran.

Para peserta tahfidul quran dididik di tiap mesjid sebelum ikhtibar ini, yakni dengan metode murojaah (mengulang kembali hapalan-hapalan yang telah lalu) sehingga sebelum menambah hapalan baru, peserta didik mengulang dahulu hapalan lamaya. Sehingga hafalan mereka bisa melekat dan terjaga.

Peserta ikhtibar kali ini oleh Dewan Juri dipersilahkan mengambil nomor telah disiapkan sesuai dengan juz al Quran yakni pilihan juz 28, 29, dan 30 akan mereka diujikan. Masing-masing mendapat 5 soal, tentang ayat-ayat dalam surat di juz tersebut.

Program halaqoh yang dimulai 2017 diharapkan menjadi evaluasi sejauhmana tingkat pencapaian generus selama satu tahun yang lalu. Peserta mendapat sertifikat layak dengan kriteria, yakni Mumtaz/Jayyid Jiddan/Jayyid/Maqbul/Rasib sesuai kompentesinya. Di akhir kegiatan, peserta tahfizh berfoto bersama dengan latar Ikhtibar Halaqoh Tahfidz Al Quran. (dan/Redaksi)