LDII Sumedang Selenggarakan Giat Pembekalan Satgas Covid-19

Kegiatan Pembekalan Satuan Gugus Percepatan Covid-19 di Lingkungan LDII kabupaten Sumedang dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Januari 2021 di Gedung Serba Guna Baitul Makmur Cilengkrang Kab. Sumedang. Sebanyak 25 utusan dari perwakilan PC dan PAC LDII se-Kabupaten Sumedang. Mulai dari Sumedang Kota, Ganeas, Tanjungsari, Buahdua, Wado, Darmaraja, Situraja, Cimalaka, Jatinangor, Rancakalong, dan lain sebagainya.

Sebelum masuk aula, petugas pendaftaran, Kiki Alibasah, M.Kom. telah siap di tempat. Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada peserta, seperti penggunaan masker, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan mengatur jarak antara satu dengan kursi lainnya.

Pukul 08.00 WIB, peserta sudah berkumpul di aula. Panitia mengabsen peserta untuk memastikan kehadiran peserta yang akan mewakili daerah asalnya. Baru pukul 08.30 WIB, acara dimulai.

Ketua DPD LDII Sumedang memberikan cinderamata kepada Kasat Binmas sebagai pemeteri ketiga

Pembawa Acara didaulat adalah H. Abidin Ma’ruf, B.Sc (salah satu pengurus DPD LDII Sumedang). MC mempersilakan para pemateri untuk masuk dan menempati posisi duduk di depan peserta. Lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan. Kemudian pembacaan Kalam Illahi dibawakan pengurus DPD lainnya oleh ustad Icang Hermawan.

Sambutan Ketua DPD LDII Kab. Sumedang, H. Usep Aziz Solehuddin. Pentingnya Satgas Covid-19 bagi LDII, sering bersinggungan dalam bekerja atau majlis taklim atau kehidupan sehari-hari. Secara kesehatan, mana perilaku atau tidak boleh dilakukan? Bagaimana bila ada anggota LDII sakit, apa yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan ini yang menggelitik. Apa perlu isolasi mandiri dan merawat ? Untuk itu, DPD LDII Sumedang memandang perlunya informasi dari instansi berwenang perlu diketahui.

Kemudian, DPD LDII Kab. Sumedang pada hari Sabtu lalu (23/1) telah mengantarkan bantuan warga LDII ke Posko Gabungan Bencana Longsor di Cimanggung. “Kami berharap sedikit bantuan dari LDII dapat meringankan beban warga yang terdampak musibah,” Saat di Posko ada petugas BPBD Sumedang menerimanya.

Pemateri pertama dari Kesbangpol Sumedang, Drs. H. Asep Tatang Sujana, M.Pd (Kepala Kesbangpol Sumedang). Pemateri, sebelum membacakan materinya, ada filosofi tentang kehidupan ormas konteks sehari-hari “Mun aya kudu karasa ayana, euweuh kudu karasa eweuhna. Ulah aya jeung euweuh teu teu karasa”. Ungkapan dalam bahasa Sunda itu langsung diaplaus oleh peserta. Kemudian, pembacaan Keputusan Bupati Sumedang, tentang Perpanjangan PSBB Secara Proporsional di Kabupaten Sumedang dalam rangka penanganan Corona Virus Disseas dari tanggal 26 Januari 2021 s.d. 8 Februari 2021. Dari salah petikannya, bahwa setiap orang berdosimili/bertempat tinggal melakukan aktivitas di Kabupaten Sumedang wajib mematuhi memetuhi ketentuan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid dan tidak akan diancam sanksi dan seterusnya.

Lalu Kepala Kesbangpol membuka acara : “Pembekalan Satgas Covid-19 di Lingkungan LDII Kabupaten Sumedang di hari Rabu, 27 Januari 2021 resmi dibuka.”

DPD LDII memberikan cinderamata kepada beliau. Setelah itu, Kepala Kesbangpol didampingi oleh Kasi Ketahanan Masyarakat dan Penanganan Konflik pamit menuju Kantor Pemkab Sumedang.

Pemateri kedua dan ketiga
Dua pemateri (dari Dinas Kesehatan) ditunjuk oleh Pemkab Sumedang, Rukmini, SKM (Promokes) dan Lia Mulyanah, SKM (Surveilsisi, bertugas di Puskesmas Situ, Sumedang). Pemateri pertama membawakan materi penggunaan Buku Saku Protokol Tata Laksana Covid-19. Buku dengan kata pengantar Menteri Kesehatan, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. Disebutkan, perlu dibuat suatu protokol tatalaksana COVID-19 sebagai acuan bagi tenaga medis dalam memberikan pengobatan kepada pasien COVID-19. Protokol ini telah diperbarui sesuai dengan perkembangan penyakit dan situasi terkini pada bulan Januari 2021 dan harus menjadi pegangan tenaga medis dalam tata laksana Covid-19

Dua pemateri dari Dinkes memberikan paparam materi

Pemateri Dinkes kedua adalah Lia Mulyanah, SKM. Menurut pemateri kartu isolasi mandiri bagi pasien terkonfimasi tanpa gejala atau gejala ringan. Persiapan: Perlengkapan pribadi (pakaian, alat kebersihan, dll); Perlengkapan ibadah; Obat-obatan pribadi; Perlengkapan lainnya yang dianggap perlu untuk mengisi kegiatan selama masa isolasi mandiri seperti handphone, laptop, buku, makanan ringan, alat olahraga, dll; dan Memasang pengumuman isolasi mandiri.

Menurut pemateri dinkes tsb upaya – Tetap tinggal di rumah selama masa isolasi mandiri – Selalu melaksanakan 3M (Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dengan anggota keluar lain minimal 1,5-2 meter) – Menggunakan kamar mandi terpisah – Berjemur antara jam 7-9 pagi @15 menit setiap hari – Olahraga ringan @ 15 menit setiap hari-Beribadah dan berdoa – Melakukan hobi yang disenangi selama masa isolasi mandiri dan seterusnya.

Sementara, menurut pemateri, ada hal-hal jangan dilakukan: – Makan bersama dengan anggota keluarga/orang lain dalam satu meja – Berkumpul bersama anggota keluarga lain tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak- Menggunakan perangkat/gadget bergantian dengan anggota keluarga/orang lain – Keluar dari kamar/rumah kecuali dalam kondisi mendesak.

Jadwal Swab – apabila pasien tanpa gejala klinis setelah hari ke 10 isolasi mandiri (H10) – Pasien dengan gejala klinis setelah hari ke 10 isolasi mandiri ditambah 3 hari setelah bebas gejala klinis (H10+3)

Pemateri dari dinkes menjelaskan waspadai gejala dan tanda bahaya adalah demam tinggi ≥ 39°C , batuk berdarah, sesak nafas, nyeri dada/rasa tertekan pada dada dan saturasi oksigen ≤ 95%

Peserta mewakili PAC/PC di Kabupaten Sumedang

Pemateri terakhir, AKP Baban Kusbandi membawakan materi “Peran Polri dalam Menegakan Protokol Kesehatan Guna Mencegah Penyebaran Covid di Kabupaten Sumedang”. Menurut Kasat Binmas Polres Sumedang itu, data kasus Covid-19 ada sebaran data di Indonesia yang dirilis pada Selasa 26/1/2021 menempatkan Jawa Barat dengan 127.000 kasus 104.000 sembuh dan meninggal 1.519 orang. Menurut anggota Polri yang pernah ditempatkan di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat dan Polda Jabar, berdasarkan data kasus covid di Kabupaten Sumedang per Selasa, 26/1/2021 ternyata ada 1.525 terkonfirmasi 56 meninggal.

Lebih lanjut, pemateri dari Polres Sumedang ini, – warga Sumedang,- pentingnya mengetahui peran dan tugas babhinkamtbmas. Petugas babinkamtibmas, menurut Kasat Binmas, ditempatkan di setiap desa atau kecamatan, agar menjadi penghubung mengenai keluhan atau informasi, senantiasa berkunjung dan berkomunikasi, menghadiri giat di masyarakat, penyuluhan hukum dan perundangan, mencegah penyakit masyarakat, dan lain-lain.

(dan/Redaksi)