Relawan LDII Ikut Pengecoran dalam Pembangunan di Kompleks Pesantren Asyrofuddin Conggeang

Pondok pesantren ini didirikan tahun 1846 atau bisa disebut sebagai ponpes tertua di Kabupaten Sumedang. Ketika seorang ulama keturunan Kesultanan Cirebon  bernama Syech Raden Asyrofuddin menetap di sini, yakni di Desa Conggeang Wetan Kecamatan Conggeang.  Awalnya pondok pesantren ini memiliki nama Pesantren Ardli Sela Singa Naga. Nama tsb akhir berubah, pada  tahun 1965, penggunaan nama Asyrofuddin dikenal, dibawah kepemimpinan Kyai Bukhorie Ukasyah Mubarok.

Pembangunan sarana-prasarana, seperti gedung di Kompleks Asyrofuddin menjadi hal kenicayaan. Peletakan batu pertama Pembangunan Mesjid Pondok Pesantren  Tahfidul Quran Hamiidiyyah dilakukan oleh Bupati  Kab. Sumedang H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. pada Rabu, 20/7/2020. Saat itu,  turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut sesepuh Pondok Pesantren Asyropudin K.H.R Anwar Sanusi, Kabag Kesra Kab. Sumedang, Forkopincam, Kepala Desa, tokoh Agama, dan tokoh masyarakat Conggeang.  Sejak saat pula, pembangunan itu dilaksanakan, diantaranya pengecoran tiang-tiang.  

para santri, warga, dan relawan LDII berfoto bersama di lokasi pengecoran

Seperti umumnya dalam pembangunan, di pada Minggu, 4 Oktober 2020, sejumlah santri, warga masyarakat, dan tukang profesional, tak ketinggalan relawan  LDII, yang tinggal di Conggeang, bersiap siaga untuk melakukan pengecoran slup. Mereka bahu membahu dan bekerja dengan dilakukan secara bergotong royong.   Ada yang menyiapkan batu split, pasir, dan mengairi adukan. Kemudian, adukan diantar oleh mereka secara berantai (bersama-sama) hingga petugas terakhir shift tersebut menumpahkannya bahan cor di malam hari sekitar pukul pukul 20.30 WIB.   Pengecoran sementara dapat dituntaskan.

 “Alhamdulillah, pengecorannya dikatakan beres dan tinggal pengecoran lantainya.  Terima kasih atas dukungan semuanya” kata Kyai Uci – nama panggilan dari KH. RM Anwar Sanusi – Ketua Umum MUI Kab. Sumedang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren pada relawan LDII.  “nanti diundang lagi” ujar Kyai Uci lagi. Relawan ikut adalah Kusna, Yaya, Wildan, Ropik, dan Dedi

Saat ini, selain menyelenggarakan keagamaan, di pondok tersebut sudah menyelenggarakan formal seperti sekolah dan pengembangan lembaga usaha atau bisnis. Ada MDA, MTs Asyrofuddin, MA Asyrofuddin,  SMK Ardli Sela, dan STAI Asyrofuddin.

Ketua PC LDII Buahdua, Ruchyat Sobana menyerahkan Nuansa ke petugas piket

Tetap Menjaga Komunikasi

Di Koramil Buahdua Kabupaten Sumedang, Pengurus PC LDII Kec. Buahdua, Ruchyat Sobana, menyerahkannya Spanduk Ucapan Dirgahayu TNI ke-75 Sinegi untuk Negari dipasang di Mako Koramil dan penyerahan Majalah Nuansa. Hal yang sama dilakukan oleh Ketua PC LDII, di instansi Forkopincam yang lain, berada wilayah Buahdua. Wilayah Buahdua adalah wilayah paling utara bersama kecamatan Conggeang dan Surian di Kabupaten Sumedang, dalam hal letak gografisnya, yang berbatasan dengan Kab. Indramayu. (de/dan/Redaksi)