PC LDII Kecamatan Tanjungsari dan BNNK mengadakan Penyuluhan Bahaya Napza pada Generasi Muda

Menyikapi marak penyalahgunaan Napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya) sangat membahayakan masa depan bangsa, terutama generasi muda, PC LDII Kec. Tanjungsari Kab. Sumedang bekerja sama dengan BNNK Sumedang mengadakan penyuluhan mengenai bahaya napza. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sebelumnya, peserta, terdiri muda/i didata dalam pra-kondisi pada pukul. 08.30 s.d. 09.00 WIB. PC LDII Kecamatan Tanjungsari sendiri membawahi beberapa PAC LDII yakni PAC LDII Kutamandiri, PAC LDII Jatisari, dan PAC LDII Gudang. PC LDII Tanjungsari mengundang tetangga terdekat, yakni generasi muda/i PAC LDII Ciherang yang diwakili Dusun Singkup dan Dusun Cilengsar. Adapula perwakilan dari PC LDII Jatinangor. Karena menggunakan google meet, ternyata ada PC LDII Darmaraja turut serta.

Dengan menggunakan protokol kesehatan, peserta telah siap mendengarkan penyuluhan dari pemateri BNNK lewat aplikasi Google Meeting di Majlis Taklim (PAC LDII Kutamandiri Kec. Tanjungsari)

Pembawa acara atau sebagai MC (sebagai host) pada hari itu adalah Fauzi Rochman, S.Pd. Ketua PC LDII Kecamatan Tanjungsari itu menginformasikan bahwa sebanyak 50 akun baik android maupun laptop mengikuti acara ini, belum lagi, muda/i yang berkumpul di beberapa titik, yakni PAC LDI Kutamandiri, PAC LDII Jatisari, dan PAC LDII Gudang dan muda/i di majlis taklim Cilengsar dan majlis taklim di GSG Barokah, Dusun Singkup. Keduanya berada di Desa Ciherang dari Kecamatan Sumedang Selatan. Selain muda/i diundang, juga pihak orang tua yang menyempatkan diri menyimak penyuluhan kali ini.

Pembacaan kalam illahi dibawakan oleh ustad Fadli. Giliran sambutan dari Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, H. Usep Aziz Solehuddin. Penyuluhan ini BNNK ini, lanjut Usep, digagas di tingkat pimpinan (PC) LDII di Kabupaten Sumedang. Kemudian, keluarga diharapkan, lanjut Ketua DPD, dapat saling mendukung hal-hal positif. Usia remaja dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini. Narkoba bersifat mudorot, bisa saja merusak kesehatan dirinya.

Kemudian, sambutan dari Kapolsek Tanjungsari yang diwakili oleh Panit Sabhara, Ipda H. Karlim Abd. Karim. Generasi muda, menurut Panit Sabhara, adalah tergolong dalam usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena di usia ini mereka sedang tumbuh kembang dan proses pencarian jati diri. Untuk itu para pelajar ini perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Kemudian, beliau – atas nama Kapolsek – untuk membuka Penyuluhan Bahaya Napza dengan mengucapkan basmallah pada ini hari Sabtu, 19 September 2020.

Pemateri utama dari BNNK Sumedang, H. Rosadi memberikan materinya berkaitan dengan topik “Remaja Berprestasi Tanpa Penyalahgunaan Narkoba”. Beliau memperkenalkan diri. Beliau bertugas di BNNK Sumedang, sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).

Pertama, beliau menyitir ungkapan Presiden Joko Widodo tentang situasi negara ini dalam keadaan darurat, kita harus bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. Dari data tahun 2018, disebutkan, survey penyalahgunaan dan peredaran narkoba, kelompok pelajar dan mahasiswa, mencapai angka prevalensi penggunaan narkoba mencapai 3,2% atau setara dengan 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang.

Dasar hukumnya, menurut pemateri BNNK itu, UU No, 35 tentang Narkotika. Kemudian, Peraturan Peresiden No, 47 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presden No.23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional dan Inpres No. 2 Tahun 2020 tentang rencana Aksi Nasional P4GN 2020-2024 serta Peraturan Mendagri No12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi P4GN.

Beliau menjelaskan filosofi Arti dari semboyan #Hidup 100 persen, Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia dipakai dalam HUT BNN tahun 2020. Beliau mengepalkan tangan, dengan ucapan “Narkoba No, Prestasi Yes”

Pemateri BNNK Sumedang, H. Rosadi

Perubahan perilaku remaja yang terkena narkoba, kata Kasi P2M, ibarat lampu hijau. Pertama sering bolos, prestasi belajar menurun, badan/tidak terurus, menghabiskan waktu dengan teman tidak belajar, dan akibatnya kurang memiliki ketrampilan. Kemudian, remaja diibaratkan dengan lampu kuning, yaitu perilaku jauh dari norma agama; urang dapat bersosislasiasi; sering cemas berlebihan; Perilaku merusak diri; tidak berkonsentrasi dan mulai merokok dan mengkonsumsi alkohol. Terakhir, lampu merah, menurut Kasi P2M, ditandai berubah menjadi agresif; turut dalam pesta liar; terlibat aksi anti sosial (tawuran liar, balapan liar, pengrusakan); tenjadi anggota geng tertentu.

Kemudian, lanjut pamateri BNNK tsb, ada poin-poin tertentu dalam usia remaja 13-18 tahun dalam upaya mencegah dan menangkal pengaruh narkoba harus memiliki:

  1. Pengetahuan perubahan perilaku teman sebaya yang terpengaruh.
  2. Pengetahuan tentang pengaruh penyalahgunaan narkoba dan dampak buruk terhadap kesehatan remaja.
  3. Keterampilan sosial’hidup (lifeskill)
  4. Stress manajemen.
  5. Budi Pekerti (charakter building)

Kemudian, beliau menjelaskan tentang narkotika, dan jenis-jenisnya, sampai akhir materi “katakan tidak pada pacaran, pergaulan bebas, miras, narkoba dan hal-hal lain yang merugikan“. Pada bagian kesimpulan, H. Rosadi, memberi kesimpulan, 1) apa pun alasannya, jangan pernah coba narkoba. 2) yang sudah pernah pakai… STOP!! 3. Yang belum jaga….jauhi … karena ia barang haram. Benda neraka, makanan syetan. 4. Singsingkan lengan baju untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Kata beliau sambil menutup materinya.

Karena, waktu sudah lewat, beliau menjanji akan memberikan jawabannya di WA. Kemudian, pembacaan doa dipanjatkan oleh ustadz Arief Hartoyo.

Sebelumnya, panitia, pemateri, dan peserta difoto bersama dengan screenshoot. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua,” kata Ketua PC LDII Tanjungsari menutup kegiatan tsb.

(fau/dan/Redaksi)