Audiensi Pengurus DPD LDII Sumedang dengan MUI Sumedang

Pengurus DPD LDII Sumedang berkunjung ke kantor MUI Kab. Sumedang di Gedung Islamic Centre, Jalan Kutamaya, Sumedang. Adapun Pengurus DPD LDII adalah adalah H. Usep Aziz Solehuddin (Ketua DPD), Denny Sontana, S.Sos (Sekretaris) dan H. Abidin Ma’ruf, B.Sc. (Sekretaris I) pada hari Rabu, 22 Juli 2020 untuk beraudiensi denngan Ketua Umum MUI Kab. Sumedang, KH. RM Anwar Sanusi.

Sebelumnya, Ketua DPD mengabarkan, mohon doanya atas wafatnya Ketua Umum DPP LDII juga anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat pada Salasa, 14 Juli 2020. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dan ditetapkan dalam hidayahNya.

Saat ditanya oleh MUI tentang pengajian rutin di LDII, Ketua DPD LDII menyatakan, bahwa pengajian di majlis taklim sudah dimulai lagi (Juni lalu/di masa Adaptasi Kebiasaan Baru), yakni dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, DPD mendukung MUI untuk menghentikan pembahasan RUU HIP/Halauan Ideologi Pancasila. Pada berdiskusi selanjutnya, Ketua DPD minta kepada Ketua Umum MUI untuk menjelaskan tentang edaran Kemenag/fatwa MUI tentang protokol kesehatan dalam kegiatan pengajian, termasuk pelaksanaan solat ied dan pemotongan hewan kurban. Merujuk pada Komisi Fatwa MUI mengeluarkan Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19.

Penyelenggarakan salat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan atau mesjid dengan persyaratan: menyiapkan petugas untuk mengawasi; melakukan pembersihan dan desinfektan; membatasi jumlah pintu untuk pengawasan; menyediakan fasilitas cuci tangan/hand sanitizer; menyediakan alat pengecekan suhu; mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah tanpa mengurangi syarat dan rukun, dan lain-lain.

Panitia, penyelenggara memberi imbauan: jamaah dalam kondisi sehat, membawa sajadah atau alat salat masing-masing, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak fisik, menjaga jarak, dan lain-lain.

Mengutip Surat Edaran Mentera Agama tentang Penyelenggara Penyembelihan Hewan kurban harus menjaga jarak, pemotongan areal memungkinkan pangaturan jarak pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging dan pendistribusian.

Panitia harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di areal penyembelihan; hendak mengedukasi agar tidak menyentuh mata, hidung, dan telinga dan selalu cuci tangan, dan sebagainya. Serta penerapan kebersihan sanitasi alat. (den/dan/Redaksi)