BNNK Sumedang Beri Materi di Pengajian Istri Pengurus LDII

Kompol H. Agus Suryana menyajikan materi sosialisasi bahaya narkoba di pengajian istri pengurus LDII di GSG Baitul Makmur, Cilengkrang, Sumedang

Momentum pengajian isteri pengurus di majelis taklim PAC, PC, hingga DPD LDII Sumedang diisi oleh pemateri dari instansi berkompeten di bidangnya yakni BNNK Sumedang. Kolaborasi antara LDII Sumedang dan BNNK dimaksudkan agar para ibu atau istri pengurus yang dipandang paling dekat dengan sang anak (baik pemuda atau pemudi) diharapkan dapat membentengi mereka dari bahaya narkoba. Pengajian ini dihadiri oleh sekitar 90 jamaah wanita dan diselenggarakan pada hari Minggu, 23 Februari 2020 di Gedung Serba Guna Baitul Makmur LDII, Cilengkrang, Sumedang.

Ketua DPD LDII Sumedang, H. Usep Aziz Solehuddin memandang sosok ibu atau istri pengurus LDII, – di samping ayah – figur yang dianggap sebagai sarana menuju keberhasilan suatu keluarga. Mulai dari mendidik, penanaman nilai dan karakter, atau tri sukses pembinaan muda/i. Lebih jauhnya, menurut Usep, bisa dijadikan sebagai landasan Ketahanan Keluarga yang utuh, rukun, dan harmoni.

para istri pengurus organisasi LDII mendengarkan penyuluhan sosialisasi bahaya narkoba dari pihak BNNK

Sementara itu, BNNK Sumedang sudah beberapa kali mengadakan kegiatan bersama ormas LDII. Sejak audiensi antara BNNK (12/2/19), dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara BNNK dan LDII (9/7/19), Dai Kader BNN, dan kali ini materi ditujukan khusus wanita di majelis taklim LDII. Adapun pematerinya adalah Kompol H. Agus Suryana (kasi Pemberantasan BNNK Sumedang)

Pada kesempatan ini, Beliau memaparkan bahwa di negara kita, ada pedoman yakni UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Yang disebut narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini. Awalnya, narkotika digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun, penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketergantungan terhadap narkoba (narkotika, psikotoprika, dan obat-batan) adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkoba secara terus menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan dihentikan secara tiba-tiba, dapat menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Tes Urine dan Tes Darah

Menurut pejabat kepolisian di BNNK Sumedang tsb beralasan, inilah yang menjadi alasan utama mengapa seorang pengguna narkoba harus melakukan tes urine dan tes darah? Karena kedua hasil tes dapat mengindikasikan seseorang telah menggunakan narkoba.

Ada pula jenis obat pil yang penggunaannya harus ditelan. Ada obat bubuk yang bisa digunakan dengan cara dihisap. Ada pula obat cair yang penggunaannya dengan menggunakan jarum suntik.

Gejala awal dari orang yang kecanduan narkoba, menurut pemateri asal BNNK itu, adalah sering menyendiri (sering mengunci di kamarnya sendiri), penurunan prestasi belajar, sering keluar malam, dan sering terlambat bangun, pemberontak, dan pola pikirnya aneh.

Sebagai orang paling dekat dengan sang buah hati, sosok ibu dianggap dalam keluarga, adalah sangat yang tepat. Komunikasi yang baik dan berkualitas dipandang sebagai sarana untuk mewujudkan keluarga yang bahagia, sejahtera, dan harmoni.

Kira-kira pukul 11.15 acara sosialisasi di GSG selesai. Sebelumnya, ada acara pemberian cenderamata dari DPD LDII Sumedang kepada pihak BNNK Sumedang.

(Azk/dan/Redaksi)